Alasan Penyebab Birunya Langit

Alasan Penyebab Birunya Langit yang Harus kita ketahui sebagai bahan ilmu pengetahuan Alam.Ketika langit cerah tidak berawan akan tampak jelas (langit (di Wikipedia) yang berwarna biru, tentunya hal ini akan sangat memanjakan bagi seseorang yang menyukai warna biru bukan? Dan bahkan sering dijadikan sebagai latar untuk mengambil gambar sebagai memori pribadi dengan suatu tempat dan orang-orang terdekat.
Alasan Penyebab Birunya Langit

Alasan Penyebab Birunya Langit yang Haru Kita Ketahui?

Pernahkah terlintas sebuah pertanyaan mengenai alasan langit berwarna biru bukan warna yang lainnya, misalnya merah, kuning hijau atau seperti pelangi? Pelangi muncul ketika terdapat hujan dan sinar matahari yang berada dihadapan mata kita, sehingga muncullah berbagai warna yaitu merah, kuning, dan hijau yang membentang setengah lingkaran dengan indah. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai penyebab birunya langit.

Mungkin banyak pernyataan yang menjelaskan bahwa birunya langit itu berasal dari pantulan warna laut yang berwarna biru atau karena langit yang jaraknya sangat jauh. Ternyata, semua pernyataan tersebut hanyalah mitos, kemudian apa fakta yang mendasari penyebab langit berwarna biru?

Para ilmuwan telah melakukan penelitian tentang penyebab birunya warna langit, beberapa diantaranya adalah Leonardo da Vinci, John Tyndall, hingga Sir Rayleigh yang saling menyempurnakan tentang penelitian ini. Berikut adalah beberapa penjelasannya: ketika kita melihat langit, hal tersebut sama saja dengan melihat atmosfer. Atmosfer merupakan udara yang mengandung banyak partikel gas, seperti nitrogen 78%, oksigen 20%, dan gas-gas lainnya seperti karbon dioksida, nitrogen monoksida, nitrogen dioksida, metana, uap air dll. Gas-gas tersebut merupakan agen yang dapat menghamburkan cahaya sinar matahari.

Cahaya matahari merupakan gabungan dari beberapa warna yang sering disingkat dengan Me Ji Ku Hi Bi Ni U (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu). Susunan warna tersebut diurutkan berdasarkan penurunan panjang gelombang masing-masing warna. Artinya warna merah merupakan warna yang memiliki panjang gelombang paling tinggi yaitu berkisar di angka 700 nm, sedangkan warna, biru, nila, dan ungu merupakan warna dengan panjang gelombang terendah yang berkisar pada angka 400 nm. Berikut adalah ilustrasi spektrum warna dari sinar matahari (cahaya tampak)

Ketika sinar matahari berinteraksi dengan partikel atmosfer, akan terjadi penghamburan warna dengan panjang gelombang pendek yaitu warna ungu, nila, dan biru, sedangkan warna lainnya diteruskan menuju permukaan bumi. Warna yang dihamburkan ke segala arah tersebut menyebabkan warna dengan panjang gelombang pendek dominan diterima oleh mata. Kemudian mengapa tidak warna ungu atau nila yang terlihat dilangit?

Ternyata energi biru pada cahaya matahari memiliki energi lebih tinggi dibanding ungu dan nila, selain itu juga mata kita sensitif terhadap warna biru.Hal tersebut disebabkan oleh bagian retina mata terdapat jutaan sel yang peka terhadap cahaya yaitu sel-sel kerucut dan batang.

Sel kerucut akan bekerja baik pada kondisi terang, sedangkan sel batang bekerja baik pada saat kondisi gelap. Artinya pada penjelasan kali ini, kita berfokus pada sel kerucut yang mana sel ini peka terhadap tiga warna yaitu, merah, hijau, dan biru. Oleh sebab itu, warna yang terlihat dilangit adalah warna biru, bukan warna ungu maupun nila.

Berbeda dengan warna langit di sore hari, atau menjelang matahari terbenam. Warna langit bukan berwarna biru, tetapi berwarna jingga hingga merah membara. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan jarak matahari ketika siang dan sore hari. Jarak matahari ketika di siang hari yaitu sejajar dengan ubun-ubun kepala kita, sedangkan pada sore hari berada pada posisi di ujung barat.

Jarak matahari yang menjadi sumber cahaya di bumi ketika sore hari akan lebih jauh ketika di siang hari, sehingga warna dengan panjang gelombang pendek yaitu biru, nila, dan ungu akan segera dihamburkan sebelum sampai ke mata, sehingga warna jingga hingga merah dengan panjang gelombang paling tinggilah yang akan sampai terlebih dahulu di mata kita.

Jadi partikel-partikel yang berada di atmosfer bumi serta sensitifitas mata kita terhadap warna merupakan hal-hal yang menyebabkan langit terlihat berwarna biru. Bersyukurlah karena terdapat kondisi ketika bumi terang benderang tidak seperti di luar angkasa yang berwarna hitam.

Warna hitam di luar angkasa disebabkan karena di luar angkasa hampa akan udara dan tidak berujung, sehingga tidak ada agen yang dapat memantulkan cahaya yang diterima di ruang angkasa. Bayangkan saja jika bumi seperti ruang angkasa, maka keindahan bumi tidak akan ternikmati karena gelap gulita. itulah Alasan Penyebab Birunya Langit semoga postingan ini bisa bermanfaat oleh semua orang ini mungkin berbeda dengan postingan sebelumnya mengenai Mengenal asteroid beserta jenis-jenisnya.