Proses Terbentuknya Awan

Bagaimanakah Proses Terbentuknya Awan di langit? Awan adalah sekumpulan tetesan air atau padatan air yang terjadi karena pengembunan atau pembekuan air. Seringkali langit dihiasi dengan awan dengan berbagai macam bentuk yang sering berkolaborasi dengan imajinasi kita, sehingga terlihat menjadi suatu objek seperti binatang, wajah orang, tumbuhan, dan lain sebagainya. Awan yang menghiasi langit ini sering dijadikan sebagai objek para fotografer, sehingga memperoleh foto alam yang menakjubkan. Bagaimana sih sebenarnya awan terbentuk dilangit? Nah berikut ini adalah penjelasannya.
Proses Terbentuknya Awan

Proses Terbentuknya Awan

Pernah melihat air yang dipanaskan dalam keadaan tertutup? Ketika kita membuka tutup wadah tersebut akan terbentuk titik-titik air hasil kondensasi (air (di Wikipedia) yang menguap. Prinsip yang terjadi tersebut sama halnya seperti proses terbentuknya awan. Awan terbentuk dari hasil penguapan air laut, tumbuhan yang sering disebut sebagai evaporasi, aktivitas manusia, yang mana sumber panasnya berasal dari cahaya matahari.

Uap air akan menguap menuju atmosfer sehingga berkumpul menjadi kumpulan uap air. Jika terdapat kumpulan uap air yang sudah jenuh maka akan terjadi proses kondensasi, sehingga membentuk titik-titik air.Proses kondensasi ini menyebabkan densitas atau massa jenis dari awan akan bertambah, apalagi jika titik air tersebut semakin banyak yang terkumpul.

Kemudian mengapa awan tidak terjatuh? Hal tersebut disebabkan pada saat kondensasi, air tersebut akan melepaskan energi. Energi yang dilepaskan ini adalah penyebab awan tidak terjatuh ke permukaan bumi. Awan yang mengapung di atmosfer sering kali memiliki warna yang berbeda, yaitu warna putih dan hitam.

Warna putih pada awan disebabkan karena awan menghamburkan seluruh cahaya sinar matahari, sedangkan warna hitam pada awan disebabkan karena awan tersebut tidak menghamburkan cahaya matahari. Kemampuan penghamburan cahaya matahari ini disebabkan oleh perbedaan densitas awan, semakin besar densitas dari awan (mengandung kumpulan titik air yang sangat banyak), maka awan akan terlihat berwarna hitam di bagian yang menghadap ke permukaan bumi dan begitu pula sebaliknya.

Komisi cuaca internasional telah menetapkan jenis-jenis awan berdasarkan ketinggiannya, yaitu awan tinggi (6-12 Km dari permukaan tanah), awan sedang (2-6 Km dari permukaan tanah), awan rendah (kurang dari 2 Km dari permukaan tanah) dan awan perkembangan vertikal (Di atas 450 m dari tanah). Jenis-jenis awan rendah di antaranya adalah Stratocumulus, Stratus, dan Nimbostratus. Jenis-jenis awan sedang, yakni Altocumulus dan Altostratus. Jenis-jenis awan tinggi diantaranya, Cirrus, Cirrostratus, dan Cirrocumulus. Jenis-jenis awan dengan perkembangan vertikal yaitu Cumulus dan Cumulonimbus.

Kita sekarang akan membahas awan Cumulonimbus, yaitu awan yang menjulang ke atas seperti kubah. Warna awan ini adalah abu-abu hingga gelap dan erat hubungannya dengan hujan deras serta angin dan petir. Cumulonimbus ini sering disebut sebagai awan berbahaya, karena terdapat banyak sekali muatan listrik di dalamnya. Mengapa terbentuk muatan listrik? Awan tidak diam tetapi bergerak sesuai dengan arah angin dan berat setiap kumpulan awan.

Gesekan antar awan ini akan menyebabkan awan menjadi tidak netral. Peristiwa tersebut dibahas dalam pelajaran fisika tentang listrik statis, misalnya ketika kita menggosokkan penggaris dengan rambut maka akan terjadi perubahan muatan antar rambut dan penggaris yang ditandai dengan menempelnya rambut pada penggaris meskipun tidak ada perekat yang dioleskan pada rambut maupun penggaris.

Perubahan muatan pada awan akan menyebabkan terjadinya loncatan muatan untuk menetralkan kembali keadaan awan, baik ke awan lainnya, udara, maupun ke tanah. Loncatan listrik ini yang menimbulkan kilat yang disertai dengan gemuruh. Timbulnya kilat lebih cepat dibandingkan dengan suara gemuruh disebabkan oleh kecepatan cahaya yang lebih besar dibanding dengan kecepatan suara.

Setelah ada awan maka akan terjadi hujan, apabila tidak ada tiupan angin yang kencang. Proses terjadinya hujan yaitu ketika awan sudah mengandung banyak tetesan air atau padatan air (densitas awan sudah tinggi dan berat). Ketika sudah melampaui batas kapasitasnya, hujan akan turun membasahi segala benda yang ada di bawahnya, sehingga tumbuhan menjadi subur dan udara menjadi segar, jika terjadi bencana alam seperti banjir misalnya, hal tersebut disebabkan karena ulah manusia yang sering membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara liar, penampungan air yang dangkal, dll.

Suburnya tumbuhan disebabkan karena tumbuhan akan dapat terbantu dalam proses fotosintesis yang memerlukan air untuk membentuk glukosa sebagai cadangan makanan tumbuhan. Udara yang segar disebabkan karena debu-debu serta polusi ang dihasilkan akibat aktivitas manusia seperti asap kendaraan bermotor, pabrik, rokok, dll yang terlarut dalam air hujan, sehingga yang tersisa adalah udara yang bersih.

Bagitulah Proses Terbentuknya Awan semoga postingan kali ini di situs erik romadona bisa memberikan banyak manfaat sebagai ilmu pengetahuan mengenai penomena yang ada di alam ini sehingga kita tau bagaimana proses terjadinya awan yang ada di langit tersebut.